3. Dakwah Islam Efektif Untuk Kalangan Millenial

 

Dakwah Islam Yang Efektif Untuk Kalangan Millenial Tanpa Meninggalkan Sistem Dan Unsur-Unsur Dakwah

Oleh: Kelompok 3

Muhamad Riyan Fadli Khisbulloh (212103040005)

Waqi’atur Rofi’ah (2121030400303)

Manajemen Dakwah 2

UIN KHAS Jember


 

Apakah kalian melihat gambar di atas? Gambar tersebut merupakan dakwah yang dilakukan oleh Ustadz Hannan Attaki yang merupakan pendakwah muda yang cukup diminati oleh generasi millenial, mengapa generasi millenial suk dengan dakwah beliau? Penjelasan tersebut akan dibahas di dalam artikel ini, kalian jangan lupa baca dengan lengkap karena yang setengah itu tidak menyenangkan.

 

A.    Dakwah Islam

Islam merupakan agama samawi yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk membawa tatanan kehidupan yang baik bagi umat manusia yang ada di seluruh alam.

Bagaimana tidak? Pada waktu diturunkannya Nabi Muhammad SAW. di daerah Jazirah Arab yang pada kala titu mempunyai akhlak dan kebiasaan yang sangat buruk atau disebut bangsa Jahiliyah, yang karena diturunkannya Nabi Muhammad SAW. ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia, bangsa Arab yang mempunyai akhlak buruk dapat menjadi masyarakat yang mempunyai sopan dan etika meskipun memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyampaikan dakwahnya.

Agama Islam menyebar ke seluruh penjuru dunia yakni dengan cara yang lemah lembut dan membawa perdamaian. Tidak ada kekerasan dalam Islam ketika proses penyampaian dakwahnya, dikarenakan agama islam tidak menyukai hal yang bersifat keras. Proses dakwah islam yang lembut dan damai tersebutlah yang mampu membuat agama Islam menyebar dengan cukup cepat.

Agama Islam di Indonesia sendiri dapat menyebar dengan cepat da merata karena penerapan dakwah yang membawa perdamaian dan proses masuknya dengan cara-cara mengikuti budaya daerah dan lingkungan sosial setempat. Seperti di pulau jawa agama Islam disampaikan oleh Walisongo dengan berbagai cara yang sangat luar biasa, misal Sunan Kalijaga menyampaikan dakwah dengan cara mengakulturasi budaya agama setempat dan agama Islam, dimana pada waktu itu menggunakan media Wayang untuk menyampaikan dakwah dengan cara memasukan ilmu-ilmu dan tokoh muslim pada pagelaran wayangnya.

Ketika seseorang berusaha untuk mencari kebenaran sejati, maka Islam akan hadir sebagai jawaban atas segala kerancuan hidup. Mengapa demikian? Karena Islam diturunkan oleh pencipta alam semesta, sehingga Dia-lah Yang Maha Tahu atas segala hal yang terjadi di dalamnya. Seorang ulama’ berkata:

إن العقول مضطرة إلى قبول الحق

“Sesungguhnya akal itu akan dipaksa untuk menerima kebenaran”

Oleh karena itu, berdakwah akan kebenaran Islam adalah sesuatu yang sangat mudah, karena setiap manusia dianugerahi akal untuk menimbang mana yang benar dan mana yang salah. Sekarang tinggal bagaimana kita menentukan metode yang tepat sehingga dakwah yang kita bawa dapat diterima dengan mudah.

Hal ini tentu menjadi PR bagi kita selaku generasi muda agar selalu kreatif dalam menyampaikan pesan-pesan Islam. Berdakwah tidak harus dengan ceramah di atas podium, akan tetapi jadikanlah setiap gerak langkah kita sebagai bagian daripada dakwah ilallah (karena Allah).

Berapa banyak orang yang bekerja sebagai pedagang, petani, atau bahkan tukang becak namun mampu mencerminkan kepribadian islami yang sebenarnya. Sebagaimana perkatan Imam Al-Ghozali dalam Bidayatul Hidayah:

لسان الحال أفصح من لسان المقال

“Pesan melalui sikap dan perilaku akan lebih mudah dipahami daripada hanya sebatas kata-kata”

Semangat dakwah yang telah diwarisi para pendahulu hendaknya kita teruskan sesuai dengan keadaan umat saat ini. Akun media sosial yang kita miliki hari ini seharusnya mampu mengantarkan kita kepada kebahagiaan akhirat bukan malah menjerumuskan kita ke lembah kehinaan. Disamping itu, kita juga harus selektif dalam menyampaikan pesan- pesan dakwah. Jangan sampai niat baik kita untuk menyampaikan ajaran Islam justru menimbulkan konflik di tengah umat karena ketidaksiapan mereka dalam membahas isu-isu sensitif di dalam agama.

Maka, paculah diri kita untuk selalu berbuat baik kepada siapapun. Bukan untuk mengharap pujian, akan tetapi untuk menampilkan kepada khalayak bahwa Islam adalah agama yang luhur dan humanis. Dan tetaplah bersabar apabila usaha yang telah kita lakukan tidak membuahkan hasil, karena sejatinya Allah-lah pemberi hidayah kepada hati setiap hamba, sehingga kita tidak akan pernah berputus asa dan menyesal atas apa yang telah kita lakukan.

إنك لا تهدي من أحببت و لكن الله يهدي من يشاء (القصص:٥٦)

“Sungguh engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada siapa-pun yang Ia kehendaki” (Al-Qosos:56)

B.     Dakwah efektif untuk kalangan Millenial

Gambar tersebut merupakan cara dakwah yang digunakan oleh Rhoma Irama, yakni dengan cara mengadakan konser musik yang berisi pesan dakwah dan kemudian pada akhir acara diisi kegiatan kajian agama islam. Cara ini merupakan cara yang bagus dalam menarik minat masyarakat khususnya generasi millenial agar ikut serta ke dalam kegiatan pengajian tersebut.

Generasi Millenial merupakan generasi muda yang lahir pada tahun 2000an dan sudah menginjak usia dewasa pada masa sekarang ini. Kehidupan generasi ini merupakan kehidupan yang sangat berkembang dengan pesat, perkembangan tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek seperti kehidupan para remaja yang jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar karena sudah terlalu nyaman dengan adanya gawai.

Kehidupan generasi millenial yang jarang dan tidak suka berinteraksi dengan lingkungan ini membuat banyak hal negatif dan perubahan sikap yang cenderung pemalas. Para remaja akan lebih menyukai hal-hal yang sifatnya tidak berat atau bisa dikerjakan dari rumah. Hal tersebut membuat berbagai aspek kehidupan menjadi berubah, seperti khususnya pada kehidupan beragama dan sosial.

Melihat dari hasil survei kami kepada beberapa kalangan Millenial dengan cara Wawancara dan didukung dari berbagai sumber pustaka yang menyinggung tentang generasi Millenial yang semakin hari semakin malas dan sangat bergantung terhadap gawai membuat kehidupan agama pada generasi millenial ini sangat menghawatirkan karena mereka yang tidak suka berinteraksi membuat pemikiran dan pengalaman mereka yang sangat minim sehingga penerapan ibadah agama menjadi tidak terlaksana dengan baik oleh mereka yang disebabkan karena jarang menghadiri suatu kajian ilmu agama.

Memasuki suatu ranah agama Islam yang tentu saja proses pengajarannya lewat kegiatan dakwah yang dilakukan oleh pihak yang mempunyai ilmu agama islam yang tinggi atau alim atau biasa disebut Da’i. Pada era lama proses penyampaian dakwah memang sangat terbatas dan hanya berbentuk metode ceramah di khalayak umum yang kemudian isi pesan dakwah dapat diterima oleh Mad’u atau penerima pesan dakwah yang bisa merangkul berbagai kalangan mad’u.

Zaman semakin maju dan berkembang pesat yang membuat suatu kebiasaan manusia menjadi sangat berubah. Seperti contoh para remaja yang hobi bermain gawai berjam-jam yang terkadang kurang ada manfaatnya, misal main game dan menonton video-video yang kurang bermanfaat. Tentu saja hal ini merupakan salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam melakukan kegiatan dakwah yang berbasis media informasi teknologi. Jadi kegiatan dakwah tidak hanya terjadi secara langsung di khalayak umum tetapi bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun itu.

Dari hasil wawancara yang telah kami lakukan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan dari jawaban para narasumber yang kami pilih memang khusus dari kalangan millenial.

Yang pertama dari tiga Pemuda laki-laki yang notabennya memang sudah menyukai kegiatan dakwah islam, mereka mengatakan yang dapat kami simpuolkan bahwa “Kegiatan dakwah yang saya sukai adalah dakwah secara langsung, karena selain mendapatkan pesan ilmu agama secara langsung, kita dapat mencari keberkahan dari seorang da’i tersebut. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa dakwah melalui media informasi itu juga sangat bagus, karena kami yang terkadang malas menghadiri majelis ilmu bisa tetap mendengarkan dakwah, dan beberapa tokoh dakwah yang mereka suka mendengarkan dakwahnya, yakni Ustadz Abdul Shomad, Buya Yahya dan Gus Baha, yang dimana kredibilitas beliau yang memang sangat baik dan memang ‘alim.

Kemudian yang kedua dari dua Narasumber yang berasal dari kalangan remaja perempuan mengatakan bahwa mereka lebih suka dakwah secara online atau lewat media informasi, karena kami sebagai perempuan terkadang sulit untuk mengikuti kegiatan kajian dakwah secara langsung, karena hal tersebut mereka dari kalangan perempuan lebih menyukai dakwah secara daring. Kemudian tokoh dakwah yang sering mereka dengarkan yakni salah satunya adalah Ustadzah Oki Setiana Dewi dan Ustadz Hannan Attaki yang dimana kata mereka, beliau merupakan seorang pendakwah yang memahami kondisi anak muda dan cara pembawaan dakwahnya juga menggunakan cara yang simpel.

Kesimpulan

Dari berbagai kegiatan wawancara dan studi pustaka yang kami lakukan dapat kami simpulkan bahwa dakwah merupakan cara untuk menyebarkan ajaran agama Islam dan untuk mempertahankan segala aspek tentang islam yang dilakukan oleh pendakwah. Dalam proses menyampaikan pesan dakwah tentu saja terdapat strategi dakwah yang harus diterapkan karena dakwah tidak mudah diterima mad’u begitu mudahnya apalagi zaman sekarang ini yang merupakan zaman Revolusi Industri era 5.0 yang segala aspek kehidupan bisa dilakukan dengan teknologi.

Dakwah pada zaman sekarang tidak bisa jika hanya mengandalkan cara lama seperti ceramah di khalayak umum, karena jika tetap kukuh dengan metode tersebut dapat membuat suatu generasi baru yang tidak paham akan ilmu agama dan hanya golongan orang dewasa atau tua yang mau untuk mengikuti dakwah tersebut. Generasi Millenial merupakan generasi yang tidak suka dengan sesuatu yang tidak efektif, maka dari itu kegiatan dakwah yang  bisa diterima mereka merupakan dakwah yang dilakukan secara efektif.

Metode dakwah yang umum seperti: Pertama, dakwah Fardiah merupakan metode dakwah yang dilakukan seseorang kepada orang lain (satu orang) atau kepada beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas. Kedua, dakwah Ammah yang dilakukan oleh seseorang dengan media lisan yang ditujukan kepada orang banyak dengan maksud menanamkan pengaruh kepada mereka. Mereka biasanya menyampaikan khotbah (pidato). Ketiga, dakwah bil-Lisan, yakni penyampaian informasi atau pesan dakwah melalui lisan (ceramah atau komunikasi langsung antara subyek dan obyek dakwah).

Keempat, dakwah bil-Haal, dengan mengedepankan perbuatan nyata. Yang kelima, dakwah bit-Tadwin, atau pola dakwah melalui tulisan, baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah. Keenam adalah dakwah bil Hikmah, yang berdakwah dengan cara arif bijaksana, semisal melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak obyek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik.

Selain metode dakwah diatas Perkembangan metodologi dakwah yang efektif dan sangat sukses bila diterapkan pada zaman sekarang ini, seperti:

a)      Dakwah yang dilakukan secara daring dan melakukan pengajian secara langsung lewat media informasi dan media sosial, hal ini tentu saja dapat dilihat dan dilirik oleh generasi millenial.

b)      Dakwah yang cara penyampaiannya menggunakan bahasa anak muda dan pelaku dakwah harus mampu mengikuti model dan segala aspek tentang generasi millenial.

c)      Dakwah yang dilakukan dan diiringi dengan kegiatan konser musik dan konser sholawatan, tentu saja akan menarik minat para generasi millenila untuk ikut hadir dalam acara pengajian tersebut.

Dari semua perkembangan metodologi dakwah yang ada, tentu saja tidak boleh meninggalkan unsur-unsur dakwah yang sudah ada sejak dulu, seperti Pelaku dakwah (da’i), Penerima dakwah (Mad’u), isi pesan dakwah dan efek yang ditimbulkan dari adanya dakwah tersebut.

Bagaimana temen-temen setelah membaca sedikit informasi di atas, apakah sudah paham tentang dakwah yang efektif untuk generasi millenial? Pastinya sudah ya. Sayangnya sampai di sini dulu pembahasan tentang dakwah ini, maka dari itu tunggu karya tulisan kami selanjutnya. Terimaksih telah membaca sampai habis, semoga ilmu kita bermanfaat.

 

Sumber: Wawancara dengan lima generasi Millenial dan Studi Pustaka

Ghofur, Abdul. "Dakwah Islam Di Era Milenial." Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam 5.2 (2019): 136-149.


Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah: Metodologi Pengembangan Dakwah yang diampu oleh Ibu Ani Qotuz Zuhro' Fitriana, S.E., M.M.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

11. ANALISIS LIRIK LAGU “CARI BERKAH” KARYA WALI BAND

5. Strategi imam dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas jama’ah di masjid As-salam Perumahan Pesona Surya Milenia

12. MENGAMATI RESPON NETIZEN TERHADAP DAKWAH YANG DILAKUKAN OLEH AKUN NU OLINE DI PLATFORM TIK TOK