11. ANALISIS LIRIK LAGU “CARI BERKAH” KARYA WALI BAND

 

ANALISIS LIRIK LAGU “CARI BERKAH” KARYA WALI BAND

 

KELOMPOK 11

Adelia Putri Randita (214103040005)

adeliaputrir98@gmail.com

Ahmad Fathul Qodir R (212103040016)

fatahramadani87@gmail.com

HASIL RISET

A.   SEJARAH LAGU CARI BERKAH WALI BAND

Lagu “Cari Berkah” merupakan salah satu karya grup band Wali. Lagu ini rilis pada 24 Juli 2012 melalui kanal YouTube Nagaswara Official Video: Indonesia Music Channel. Berikut ini lirik dan makna lagu religi "Cari Berkah" tersebut. Lagu “Cari Berkah” merupakan salah satu tembang yang masuk ke dalam Album 3 in 1 (2012). Lagu “Cari Berkah” diciptakan oleh sang gitaris, yakni Apoy. Sejak debutnya, lagu “Cari Berkah" pernah menjadi soundtrack beberapa opera sabun di Indonesia. Beberapa sinetron televisi yang pernah menggunakan lagu “Cari Berkah” karya band Wali sebagai soundtrack, misalnya sinetron Ustad Fotocopy (2012-2013). Selain itu, lagu ini juga turut menjadi soundtrack original sinetron Amanah Wali 4 (2020). Sinetron Amanah Wali 4 merupakan pemenang nominasi Program Drama Seri dalam Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia 2020. Nagaswara Official Video: Indonesia Music Channel, klip musik lagu “Cari Berkah” sejak pertama kali rilis hingga saat ini (Minggu, 6/3/2022) berhasil mengantongi sebanyak 42,8 juta tayangan. Klip musik lagu “Cari Berkah” yang memiliki panjang durasi 4 menit 24 detik juga memperoleh 118 ribu likes dari para penontonnya. Lagu “Cari Berkah” karya Wali Band pada waktu itu dirilis menjelang Ramadan. Lagu ini membawa makna bahwa seorang muslim sebaiknya memperbanyak amalan berupa sedekah di bulan Ramadan. Bersedekah dapat dilakukan kepada siapa pun, terkhusus kepada golongan yang membutuhkan, supaya mendapatkan rida dan berkah dari Allah SWT. Grup Wali sendiri merupakan kelompok musik pop yang bertempat di Ciputat, Tangerang Selatan. Ia dibentuk pada 1999 dan beranggotakan 5 musisi yaitu Faank (vokal), Ihsan Bustomi (Drum), Endang (Bass), Raden (Gitar Rhythm), dan Apoy (Lead Gitar). Tema-tema lagu Wali berkutat pada topik religi dan cinta. Nuansa religi pada lagu Wali ini bisa jadi dipengaruhi latar belakang para anggotanya yang merupakan lulusan pesantren. Selain itu, sebagian dari mereka juga merupakan alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

B.   Lirik Lagu Cari Berkah Wali Band

 

Lagu “Cari Berkah” yang dipopulerkan oleh grup band Wali sejak tahun 2012 sebagai berikut:

 

Bang, beli bawang, beli bawang gak pake kulit

Bang, jadi orang, jadi orang jangan pelit-pelit

 

Neng, beli batik, beli batik warnanya terang

Neng, tambah cantik, kalo sering bantu orang

 

Itu semua dari Allah, itu semua karena Allah

Itu semua milik Allah Barokallah

 

Banyak harta ngapain (ngapain)

Kalo gak berkah pikirin (pikirin)

Oh punya harta gak mungkin (gak mungkin) dibawa mati

 

Hidup indah bila mencari berkah

 

Punya rezeki bagiin (bagiin)

Bantu yang susah tolongin (tolongin)

 

Oh jadi miskin gak mungkin (gak mungkin), Allah yang jamin

 

Hidup indah bila mencari berkah

 

Ya Allah tuhan kami, berkahi hidup ini

Sampai tua nanti dan sampai dan sampai dan sampai kami mati

 

Banyak harta ngapain (ngapain)

Kalo gak berkah pikirin (pikirin)

Oh punya harta gak mungkin (gak mungkin) dibawa mati

 

Hidup indah bila mencari berkah

 

Punya rezeki bagiin (bagiin)

Bantu yang susah tolongin (tolongin)

Oh jadi miskin gak mungkin (gak mungkin), Allah yang jamin

 

Hidup indah bila mencari berkah

 

Banyak harta ngapain (ngapain)

Kalo gak berkah pikirin (pikirin)

Oh punya harta gak mungkin (gak mungkin) dibawa mati

 

Hidup indah bila mencari berkah

 

Punya rezeki bagiin (bagiin)

Bantu yang susah tolongin (tolongin)

Oh jadi miskin gak mungkin (gak mungkin), Allah yang jamin

 

Hidup indah bila mencari berkah, hidup indah bila mencari berkah

 

C.   Pandangan Syafi’iyah terhadap Lagu

 

Islami sebagai Media Dakwah

 

Kebanyakan dari ulama Syafi’iyah menghukumi haram terhadap nyanyian yang diiringi alat musik yang digunakan sebagai syair para peminum khamr di zaman lampau (seperti: alat-alat musik yang diharamkan). Diantara ulama yangmengharamkan hal tersebut adalah para ulama salaf42 yang berhati-hati terhadap dampak dari nyanyian dan musik tersebut. Akan tetapi, ada beberapa ulama salaf yang membolehkan nyanyian dan musik karena memandang dampak yang terjadi pada masa ini, yakni banyak berdampak positif terhadap masyarakat. Di antara ulama salaf dari kalangan Syafi’iyah yang membolehkan musik yaitu Ibnu Hazm dan alGhazali. Sedangkan ulama salaf lainnya yang membolehkan musik adalah Ibnu Qutaibah, Ibnu Thahir, Ahmad al-Ghazali, al-Syaukani, Ibnu Rajab dan Ibnu ‘Arabi. Para ulama salaf tersebut menjelaskan dalam kitabnya bahwa kobelahan nyanyian dan musik diriwayatkan oleh beberapa sahabat, tabi’in dan tabi’ al-tabi’in. Berdakwah melalui musik hukumnya boleh menurut sebagian ulama salaf yang membolehkan musik, dengan memandang tidak ada faktor-faktor yang dapat mengharamkan dan karena tidak ada dalil yang secara sharih menjelaskan keharaman nyanyian dan musik. Dari alasan tersebut, sebagian ulama salaf yang mebolehkan musik juga membolehkan memanfaatkan alat musik modern. Mereka beralasan karena yang diharamkan bukan alat musiknya, melainkan menggunakan dan mendengarkannya. Termasuk memanfaatkan alat musik modern yaitu digunakan sebagai media dakwah seperti yang terjadi Ketika bermain musik tidak sampai melalaikan kewajiban maka dihukumi boleh. Sama halnya dengan mendengarkan musik, akan menjadi haram ketika sampai melalaikan kewajiban karena keasyikan mendengarkan. Termasuk juga dlarar yang menjadi alasan keharaman musik yaitu adanya faktor-faktor yang mengantarkan terhadap keharaman, seperti: menimbulkan syahwat ketika mendengarkan lagu, menimbulkan fitnah, berkumpulnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Al-Ghazali berpendapat dalam kitab Ihya’ ‘Ulumi al-Din membolehkan nyanyian dengan dalil Qiyas, bahwa dalam nyanyian terkumpul beberapa makna yang seharusnya dibahas dari referen-referennya kemudian dari sekumpulannya. Mendengarkan nyanyian itu sama dengan mendengarkan suara yang indah, bisa dipaham maknanya dan dapat menggerakkan hati. Sedangkan mendengarkan suara yang indah dilihat dari sisi keindahannya, tidak diharamkan bahkan halal dengan landasan nas dan Qiyas. Landasan Qiyas-nya yaitu kebolehan mendengarkan musik dikembalikan pada memberi rasa nyaman terhadap indra pendengaran manusia. Jadi, kebolehan mendengarkan musik disamakan dengan kebolehan mendengarkan suara yang indah. Semua alat yang menghasilkan bunyi yang baik atau enak untuk di dengar selain alat yang biasa digunakan oleh peminum khamr hukumnya boleh, karena tidak akan mengundang untuk minum khamr. Kebolehan ini menggunakan pendekatan kias aturan syariat. Akan tetapi sebagian ulama Syafi’iyah menghalalkannya, seperti alGhazali. Imam al-Syafi’i sendiri mengatakan bahwa nyanyian itu makruh dan menyerupai kebatilan, dan siapa yang memperbanyak nyanyian maka persaksiannya ditolak. Al-Ghazali berpendapat, dalil-dalil yang menjelaskan tentang nyanyian dan musik menunjukkan kebolehan bernyanyi dan memukul rebana di waktu-waktu bahagia dengan dikiaskan pada hari raya ‘id, karena yang dihukumi haram itu bukan menuju pada alat musiknya melainkan ada sebab lain. Di awal Islam, kedua alat musik tersebut lebih dekat dimainkan di tempattempat maksiat sebagai musik pengiring pesta minuman keras. Sedangkan pada keadaan dan kondisi tertentu, hukum bermain dan mendengarkan musik juga bisa berubah. Di Indonesia yang mayoritas bermazhab Syafi’iyah menggunakan musik sebagai media dakwah. Banyak ditemukan majelis-majelis shalawat yang berdakwah dengan menggunakan nyanyian yang diiringi musik. Hal tersebut jka dilihat dari sebelah mata, dihukumi boleh jika tidak menimbulkan hal-hal yang melanggar syariat.

Bernyanyi dengan diiringi musik hukumnya boleh jika menggunakan alat musik yang diperbolehkan menurut ulama yang berpendapat membolehkan alat musik tertentu seperti duff (rebana). Imam alSyafi’i termasuk ulama yang membolehkan alat musik duff pada acara tertentu, seperti pernikahan. Tidak hanya majelis shalawat, lebih parahnya semakin banyak lagu-lagu islami yang berisikan dakwah dengan diiringi alat musik yang diharamkan, seperti gitar, piano. Kasidah-kasidah saat ini sudah banyak varian. Ada yang diiringi musik klasik seperti rebana dan bass, ada juga yang diiringi musik modern seperti gitar dan piano.

 

Problem risetnya adalah anggapan musik haram menurut pandangan islam sehingga menyebabkan generasi z berpikir ulang untuk menggunakan musik sebagai media dakwah?

 

2. PENDAPAT MAHASISWA TENTANG LAGU WALI SEBAGAI METODE DAKWAH

Musik adalah bahasa universal. Melalui musik, siapa saja bisa menyampaikan  beragam  pesan  seperti  cinta  dan  persahabatan  (sosial),  alam,  hingga  berdakwah.  Seperti  itulah  yang  dilakukan  grup  band  Wali  yang  awalnya  menciptakan  lagu-lagu  bertemakan  cinta.  Namun  kini  Wali  sering  kali  menciptakan  lagu  bertema  religi,  dengan  maksud  ingin berdakwah melalui setiap lagu-lagunya. Ada  kalanya  seseorang  memanfaatkan  musik  sebagai  media  untuk  lebih  mendekatkan  dirinya  kepada  Sang Pencipta. Begitu kuatnya sebuah makna lirik lagu hingga mampu menggugah emosi nurani. Sebagai salah satu  karya  seni,  musik  relatif  berpengaruh  bagi  setiap  orang. Kekuatan dan keharmonisan dari lirik lagu dapat mempengruhi  pendengar  secara  emosional,  karena  biasanya  musisi  menyampaikan  pesannya  melalui  lirik  lagu.  Menikmati  sebuah  lagu  dapat  menggunakan  cara  sederhana  seperti  pada  orang  kebanyakan,  tetapi  mencerna pesan-pesan di dalamnya diperlukan keterampilan agar  mampu  menikmatinya  lebih  mendalam.  Banyak  lagu-lagu yang sedang tenar di jaman sekarang ini tetapi tidak semua lagu memberikan pesan yang baik bagi si pendengarnya.  Lagu  yang  baik  untuk  didengar  adalah  lagu  yang  berisi  pesan  yang  mengandung  arti  yang  bermakna bagi kehidupan kita. Untuk   mengingat   nasihat-nasihat   agama   yang   bersumber   dari   al-Qur’an   dan   Hadist,   baik   yang   dituturkan oleh wali, ulama, guru ngaji, atau orang tua,    bukanlah    perkara    mudah,    karena    banyak    faktor    yang    mempengaruhi  masuknya  sebuah  pesan  ke  telinga  manusia.  Dengan  melalui  lirik  lagu,  nasihat,  himbauan  dan  anjuran  agama  akan  lebih  mudah  diterima,  karena  lirik  lagu  menawarkan  ritmis  notasi  dan  kedalaman makna yang dapat membuat hati terbuai dalam alunannya.Wali  kini  menjadi  salah  satu  grup  band  tanah  air  yang  sedang  naik  daun  di  blantika  musik  Indonesia.  Lagu-lagu  yang  dibawakan  oleh Wali mengandung pesan yang bermanfaat bagi setiap orang yang mendengarnya.  Dalam  setiap  albumnya,  Wali  menciptakan  lirik-lirik lagu yang mengandung arti yang mendalam dan dapat menyentuh hati setiap orang yang mendengarkan lagunya. Tujuan   Wali   menyampaikan   dakwahnya   melalui   lagu   Cari   Berkah adalah sebagai salah satu cara untuk mengajak manusia ke jalan Allah,  jalan  yang  benar,  memerintahkan  yang  ma’ruf  (kebajikan)  dan  mencegah yang munkar (kebatilan). Dakwah ini juga bertujuan untuk memengaruhi  cara  berpikir  manusia,  cara  merasa,  cara  bersikap,  dan  bertindak, agar manusia bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, terutama untuk hidup tolong-menolong. Strategi   yang   didukung   dengan   metode   yang   bagus   dan   pelaksanaan  program  yang  akurat,  akan  menjadikan  aktivitas  dakwah  menjadi  matang  dan  berorientasi  jelas  di  mana  cita-cita  dan  tujuan  telah  direncanakan.  Lirik  lagu  merupakan  sebuah  media  komunikasi  verbal  yang  memiliki  makna  pesan  di  dalamnya,  sebuah  lirik  lagu  bila  tepat  memilihnya  biasa  memiliki  nilai  yang  sama  dengan  ribuan  kata  atau peristiwa, juga secara individu mampu untuk memikat perhatian.Wali  tidak  cuma  sekedar  menulis  dan  menyanyi,  tapi  setiap  lagunya  berisi  pesan  moral  yang  di  dalamnya  memuat  tentang  nilai-nilai  Islami,  puji-pujian  terhadap  Allah  dan  Rasul-Nya,  ajakan  ke  hal-hal  positif, nasihat-nasihat  untuk  meninggalkan  hal  yang  buruk,  dan  lain  sebagainya  yang  mencakup  tentang  agama  Islam.  Tanpa  berusaha  menggurui atau mendoktrin, justru Wali tampil dengan nuansa santai dengan  aransemen  musik  yang  mudah  dicerna. Seperti  yang  tampak  pada  lagu  berjudul  Cari  Berkah.  Sebuah  ajakan  dengan  nuansa  yang  sederhana  akan  lebih  cepat sampai  dan  lebih  mudah  diterima,  apalagi  jika disisipkan dengan unsur yang jenaka.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5. Strategi imam dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas jama’ah di masjid As-salam Perumahan Pesona Surya Milenia

12. MENGAMATI RESPON NETIZEN TERHADAP DAKWAH YANG DILAKUKAN OLEH AKUN NU OLINE DI PLATFORM TIK TOK