2. Optimalisasai Fungsi dan Tujuan Dakwah Yang Dilakukan Seorang Da'i
Optimalisasai
Fungsi dan Tujuan Dakwah Yang Dilakukan Seorang Dai
Oleh
kelompok 2
(Faris,Laili,Safina)
Dakwah merupakan penyampaian, ajakan
atau seruan kepada orang lain atau kepada masyarakat agar mau memeluk,
mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama, sehingga membangkitkan dan
mengembalikan potensi fitri orang itu, dan dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat.
Dalam hal ini dakwah memiliki fungsi dan tujuan bagaimana dakwah bisa
mendapatkan hasil yang optimal.
Menurut ustad Khairin Ahmad : Untuk
mengingatkan kepada manusia tentang kewajiban dan larangan Allah. Fungsi dakwah adalah mengajak manusia ke jalan
Allah (kalau muslim kita ajak agar menjadi muslim yang baik dengan melakukan
apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang, kalau non muslim kita ajak mereka
untuk memeluk agama Islam). “Waltakun minkum ummatun” Dan cara berdakwah
itu tergantung kepada objek dakwahnya.Dalam ayat Al-quran surat an-nahl ayat
125 yang berbunyi
ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ
Yang
artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran
yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.sedangakan tujuannya agar
tercapai pribadi yang taat kepada Allah dan rasulnya dan baik sosial diantara
sesama umat muslim dan non muslim.
Menurut ustad Toriq fungsi Dakwah
adalah kita ambil arti dakwah bermakna
mengajak, maka sebenarnya dakwah itu memiliki posisi yg sangat sentral dalam
penyiaran agama islam. Dan dengan berdakwah berarti telah mengkomunikasikan
ajaran islam kepada masyarakat dimna seorang dai menyampaikan pesan ajaran
islam kepda masyarakt dengan bermacam cara, ada yang dengan melalui music,
buku, lembaga-lembaga dan lain-lain.
Maka dari proses tersebut ada tujuan Yang ingin dicapai yakni diharapkan
dapat memberikan dampak terhadap perubahan kepercayaan, sikap, dan tingkah laku
masyarkat ke arah yg lebih baik, lebih islami.
Menurut ustadzah Cindy Silvy foresty fungsi
dan tujuan dakwah adalah menyampaikan suatu, yang bersumber dari potongan ayat Al
Qur’an surat Al Baqarah ayat 257 yaitu mengajak seseorang keluar dari kegelapan
menuju cahaya.
Dari beberapa narasumber diatas dapat
disimpulkan pada intinya fungsi dan tujuan dakwah yakni mengajak dalam hal kebaikan
dan dalam mengerjakannya banyak melalui cara baik dari secara langsung ataupun
tidak langsung dengan harapan apa yang disampaikan dapat diterima dan sesuai dengan
objek yang dituju.
Problematika sering terjadi dalam setiap
proses tapi semua itu ada solusinya. Dalam mengoptimalkan fungsi dan tujuan
dakwah tersebut ustadz Khairin Ahmad memberikan saran untuk mengoptimalkan
fungsi dan tujuan dakwah.
Pertama:
seorang dai ila allah harus memahami siapa objek dakwahnya diantaranya
Masyarakat awam, intelektual, non muslim, santri, anak-anak dan lain-lain,
contoh kalau objek dakwahnya adalah non muslim maka lebih optimal berdakwah
menggunakan lisanul hal, Khabib nurmagomedov berkata “orang non muslim tidak
membaca Al quran, tidak membaca hadits, yang mereka baca adalah dirimu maka
jadilah cerminan Islam yang baik”.
Kedua:
dalam konteks berdakwah sebagai guru, dosen harus makmur dalam arti kata
terpenuhi segala kebutuhan hidupnya dan keluarga nya,
Ketiga:
hendaknya seorang dai atau lembaga selalu melakukan koordinasi dengan
pemerintah setempat agar dapat merangkul masyarakat dengan efektif.
Keempat:
apabila objek dakwah yang didakwahi itu orang awam hendaknya menggunakan metode
bilmauidhoh Hasanah
Kelima
: apabila dalam menghadapi objek yang membangkang hendaknya menggunakan berdebat
dalam artian disini guna mencari kebenaran bukan untuk mencari kemenangan dan
menuruti ego.
Dalam mengoptimalkan fungsi dan tujuan
dakwah ini Ustadz Toriq juga memberikan saran agar dakwah berjalan lebih baik
dan tujuan serta fungsinya dirasakan masyarakat maka setidaknya ada 3 konsep.
Yang
pertama: Konsep bilhikmah ( kearifan atau kebijaksanaan) suatu cara pendekatan
yang mengacu pada kearifan lokal atau budaya.
Yang
kedua: Bilmauidoh hasanah. Tentunya
dengan cara menyampaikan dengan tutur kata yang baik, lemah lembut yang
sekiranya tidak menyinggung perasaan orng lain. Dan seorang pendakwah juga
harus sebagai Uswatun Hasanah. Memberi contoh yg baik kpda masyarakat.
Yang
ketiga: Berdebat dengan cara yang paling indah,tepat dan akurat. Artinya
prinsip dalam mencari kebenaran dengan mengedepankan kekuatan argumentasi logis
bukan untuk mencari kemenangan. Maka seorang pendakwah harus seorang yang
memiliki ilmu agama yang mempuni. Tidak hanya cukup dengan pandai dalam
berbicara saja tapi ditopang dengan keilmuan yangg memadai.
Yang terakhir dari ustadzah Cindy Silvy foresty
dalam mengoptimalkan fungsi dan tujuan dakwah beliau memberikan saran agar
dalam berdakwah sesuai dengan fungsi dan tujuan tersebut,
Yang
pertama hendaknya seorang pendai ketika menyampaikan harus dengan tutur kata
yang lembut juga memahami dari latar belakang objek dakwah tersebut karena dalam
berdakwah tidak semua objek dakwah tersebut sama dan seorang pendai harus mampu
memberikan solusi yang tepat.
Yang
kedua dengan berbagai media elektronik yang sudah berkembang saat ini mungkin juga
bisa buat alat alternatif untuk media dakwah karena melihat mad’u model zaman
sekarang semua terpaku pada media elektronik contohnya handphone salah satu
media yang sangat efektif simpel tapi muatan yang ada didalamnya mengandung
banyak kesan.
Dari beberapa narasumber diatas ada
macam-macam metodologi Yang terkait dengan bagaimana para narasumber
menjelaskan dan menyampaikan dalam berdakwah diantaranya, Yang pertama dari
segi penyampaian metode yang yang dipakai Dakwah Fardiyah yakni dakwah yang
dilaksanakan oleh pribadi-pribadi kaum Muslim dengan cara komunikasi antar pribadi, one to one, seseorang kepada
orang lain (satu orang), atau seseorang kepada beberapa orang dalam jumlah yang
kecil dan terbatas. Biasanya dakwah fardiah terjadi tanpa persiapan. Termasuk
kategori dakwah seperti ini adalah menasihati teman sekerja, teguran, ajakan
shalat, mencegah teman berbuat buruk, memberikan pemahaman tentang Islam kepada
seseorang dan lain-lain .dan metodologi dakwah ini dikembangkan dengan metodologi
dakwah dilihat dari segi media yakni dengan metode ceramah, diskusi dan tanya
jawab. Yang kedua dari segi isi yang disampaikan para narasumber lebih banyak berpatok
pada beberapa metodologi diantaranya,
1. metodologi dakwah metode dakwah hikmah
yaitu berdakwah dengan memperhatikan situasi dan kondisi sasaran dakawah dengan
menitik beratkan pada kemampuan mereka, sehingga didalam menjalankan
ajaran-ajaran Islam selanjutnya, mereka tidak lagi merasa terpaksa atau
keberatan.
2. Metode
dakwah Mau’idhah Hasanah, yaitu berdakwah dengan memberikan nasehat-nasehat
atau menyampaikan ajaran- ajaran Islam dengan rasa kasih sayang, sehingga
nasehat dan ajaran Islam yang disampaikan dapat menyentuh hati mereka.
3. metode dakwah Mujadalah, yaitu berdakwah
dengan cara bertuka fikiran atau membantah dengan sebaik-baiknya dengan tidak
memberikan tekanan-tekanan dan tidak pula dengan menjelekkan orang yang menjadi
sasaran dakwahnya
4. Media informasi yaitu media yang
dilakukan dengan memanfaatkan media sosial yang ada.

Komentar
Posting Komentar