10. KETIDAK KETERTARIKAN ANAK MUDAPADA DAKWAH MELALUI SURAT KABAR ATAU MAJALAH
KETIDAK KETERTARIKAN ANAK MUDAPADA DAKWAH MELALUI SURAT KABAR ATAU MAJALAH
Siti Fatimah (214103040004)
Hassan Abdul Majid Khan (214103040003)
HASIL RISET
ANALISA ISI DAKWAH
Setelah kami menganalisis atau menganalisa dakwah yang menggunakan
media surat kabar seperti koran, majalah dan lainnya, perlu kiranya kami akan
sedikit membahas hasil yang kami analisa
di majalah mengenai dakwah menggunakan surat kabar, mulai dari pesan (isi)
dakwah, keselarasan dakwah dengan metode pengembangan dakwah, kelebihan dan
kekurangan dakwah menggunakan surat kabar dan tantangannya di era globalisasi
sekarang ini.
1.Berikut pesan
atau isi dakwah yang mana di dalamnya membahas tentang pengertian zakat, fungsi
zakat dan macam-macam ibadah yang dilakukan oleh aktivitas hati. Selanjutnya
kami akan meringkas definisi zakat. Kali ini penulis akan membahas ibadah yang
ditekankan pada harta yang disebut ibadah maliyah (harta). Zakat ialah
mengeluarkan harta diri sendiri dengan cara tertentu yang dikeluarkan yang
telah mencapai syarat yang dilakukan oleh seorang muslim sebagai pembersih
harta atau jiwa. Zakat berfungsi sebagai tazkiyah, Sebagai pembersih jiwa
disebut zakat fitrah, pembersih harta disebut zakat zuru’ dan zakat tijarah dan
pembersih barang tambang disebut zakat ma’adin. Sebagaimana sabda Nabi
“bersihkan harta kalian dengan mengeluarkan zakat”. jika zakat tidak di
tunaikan maka Allah akan mencabut keberkahan dalam harta yang di miliki yang
mana hal tersebut ada haul (ukuran waktunya), nishab (ukuran dari jumlah yang
harus di keluarkan). Dalam agama kita mempunyai stressing yang berbeda-beda,
pertama ibadah qolbiyah yaitu ibadah yang di lakukan oleh hati dengan meliputi
aspek i’tiqod sebuah kantor atau sedang menjamu tamu tapi di
hati nya seraya berbisik lafadz Allah. Adapula ibadah qolbiyah wa badaniyah
yang mana ibadah tersebut hati dan anggota badan ikut berperan, seperti halnya
ketika seseorang berpuasa di bulan ramadhan hatinya memiliki ketaatan dengan
mengerjarkan perintah da menjauhi larangan-larangan dalam berpuasa. Kemudia ada
pula ibadah qolbiyah badaniyah wa maliyah (hati,jasmani, dan harta) ketiga
komponen ini sama-sama berperan. Misalnya ketika seseorang melakukan ibadah
haji dalam hatinya ia berniat, badan melaksanakan dan harta dilakukan yang
ditunaikan untuk ibadah haji tersebut.
2. Keselarasan
dakwah yang dilakukan oleh pendakwah (da’i) dengan metode pengembangan dakwah.
yakni menggunakan metode bit Tadwin (yang dilakukan melalui tulisan). Memasuki
era globalisasi zaman saat ini pola dakwah At-tadwin baik dengan cara
menerbitkan kan kitab kitab, buku, majalah, koran dan tulisan tulisan yang mengandung pesan dakwah
sangat penting dilakukan supaya efektif dan mudah di pelajari.
3. Kelebihan
dakwah menggunakan surat kabar atau majalah kelebihannya adalah dakwah yang di
tulis melalui surat kabar seperti majalah, buku dan lainnya ini tidak mudah
musnah atau tidak akan pernah pupus karena dari sumber ke sumber meskipun sang
da'i atau sang penulis sudah tiada ( wafat). Menyangkut dakwah dengan metode
At-tadwin ini Rasulullah pernah bersabda "Sesungguhnya para tinta ulama
lebih baik dari pada darahnya para syuhada’. Kelebihan nya juga menyangkut
dengan seiring perkembangan zaman yang menuntut pada perubahan. Konsep metode
bit tadwin ini telah dipoporkan dan ditemukan metode dakwah efektif santri
dalam upaya menghadapi revolusi industri 4.0 selain itu kelebihan dakwah
menggunakan surat kabar atau majalah dapat dibaca dimanapun dan kapan pun
sehingga mempermudah pembacanya.
4. Kelemahan
atau tantangan dakwah menggunakan surat kabar. Saat ini media cetak sedang
ditantang keberadaan nya dan eksistensi nya di era globalisasi sekarang dengan
adanya inovasi-inovasi baru yang akan menjadi primadona dan pembantu masyarakat
di bidang media massa dan informasi. Contohnnya zaman sekarang ini hampir
rata-rata semua orang menggunakan media sosial sebagai sarana utamanya sehingga
media cetak tidak terlalu dibutuhkan atau menjadi kurangnya peminat. Apalagi sebagian
orang menganggap media cetak itu kuno sebab lebih nyaman menggunakan media sosial
(elektronik) padahal hal tersebut bisa mempengaruhi pikiran seseorang dengan
mendoktrin pemikiran-pemikiran yang dapat menyebabkan hal negatif kedepannya.
Terlebihnya lagi dalam dakwah menggunakan media sosial atau elektronik akan
dimintai pertanggung jawaban jika terdapat kesalahan yang disengaja atau tidak karna
penggunanya secara tidak langsung akan melontarkan perilaku hal yang kurang
baik sehingga dapat menggiring opini untuk mengundang caci makian. Semua itu
tergantung persepsi masing-masing dari cara bagaimana ia memanfaatkannya dan
harus paham dengan risiko apa yang didapat.
Sumber: Majalah new
fatwa edisi 3 juni–juli 2016 yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Mambaul
Ulum Bata-Bata
Komentar
Posting Komentar