1. TA’RIF DAKWAH DAN ILMU DAKWAH MENURUT PARA AHLI
TA’RIF DAKWAH DAN ILMU DAKWAH MENURUT PARA AHLI
KELOMPOK 01
M. Aminullah (212103040008)
muhinung936@gmail.com
Nur Fitriyah (212103040014)
vita92393@gmail.com
Umaela Agustin (212103040019)
Umaelaagustin76@gmail.com
ABSTRAK
Pengertian dakwah menurut bahasa, dakwah berasal dari kata da'a yang artinya memanggil, mengundang, ajakan, imbauan dan hidangan. Dalam Al Quran, kata dakwah ini memiliki makna hampir sama dengan tabligh, nasihat, tarbiyah, tabsyir, dan tanzdir. Namun jika dikaji lebih mendalam, kata-kata tersebut memiliki makna dan penggunaan yang berbeda. Meski dalam dakwah kita menyeru atau mengajak manusia ke dalam ajaran Islam, bukan tidak kita mengubah orang tersebut. Dakwah lebih kepada penyebaran pesan-pesan Allah SWT dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh para nabi terdahulu. Allah SWT juga berfirman dalam surat An Nahl ayat 125 yang artinya ''Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk”. Sebagai umat Islam, kita sudah tidak asing dengan istilah dakwah. Dalam kehidupan beragama, dakwah memainkan peran penting untuk memantapkan hati untuk terus berada di jalan Allah SWT tanpa adanya keraguan. Dakwah yang sering kita dengar berisi tentang ajakan kepada umat manusia untuk berbuat kebaikan dan melarang perbuatan mungkar yang dilarang oleh Allah SWT dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dakwah merupakan segala bentuk aktivitas penyampaian ajaran Islam kepada orang lain dengan berbagai cara bijaksana agar memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam semua lapangan kehidupan. Berbagai cara bijaksana itu mestilah dilaksanakan dengan seperangkat ilmu yang dikenal sebagai ilmu dakwah. Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan.
PENDAHULUAN
Dakwah mengandung pengertian sebagai suatu kegiatan ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku dan sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun secara kelompok agar supaya timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap penghayatan serta pengalaman terhadap ajaran agama sebagai message yang disampaikan kepadanya dengan tanpa adanya unsur-unsur paksaan. Arti kata dakwah yang sering terdengar adalah gambaran seseorang yang sedang menyampaikan pesan-pesan dakwah dihadapan jama’ah yang banyak jumlahnya. Model tersebut tidaklah selalu salah tapi juga tidak betul, gambaran seperti tersebut hanyalah merupakan salah satu metode dakwah yang sering dipakai orang karena kepraktisan dan keumumannya. Lagi pula dakwah dengan metode seperti tersebut di atas sudah dikenal dan dipakai orang sejak zaman dahulu kala. Selanjutnya pengenalan seseorang pun suatu istilah tidak selalu menjadi jaminan bahwa orang itu dapat memahami dengan baik pengertian yang dimaksud oleh istilah tersebut. Demikian pula halnya terhadap istilah dakwah oleh karena itu sudah seharusnya bagi seseorang yang akan membahas tentang dakwah, terlebih dahuluharus memahami arti perkataan dakwah baik dari segi etimologi (bahasa) maupun dari segi terminologi (istilah). Dakwah adalah suatu proses penyampaian, ajakan atau seruan kepada orang lain atau kepada masyarakat agar mau memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama secara sadar, sehingga membangkitkan dan mengembalikan potensi fitri orang itu, dan dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat. Hakekat yang paling penting adalah adanya keyakinan atau kepercayaan bahwa Allah hanya satu dan tiada satu pun yang dapat menyamai-Nya, sehinga mau melaksanakan perintah-Nya. Hukum dakwah adalah wajib a’in, dalam arti wajib bagi setiap muslim untuk berdakwah sesuai dengan apa ayang ia ketahui. Obyek dakwah dengan uruturutan kepada diri sendiri, keluarga, sanak keluarga dekat atau sanak famili, sebagian kelompok, kepada seluruh umat manusia.Berdakwah perlu menggunakan metode, yaitu cara dakwah yang teratur dan terprogram secara baik agar maksud mengajak melaksanakan ajaran-ajaran agama Islam dengan baik dan sempurna. Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil manusia untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai dengan akidah, akhlak, dan syariat Islam secara sadar dan terencana. Tujuan utama dari dakwah adalah mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dakwah adalah upaya mendorong manusia berbuat kebaikan. Ali Mahfuz mengatakan “Dakwah adalah untuk mendorong manusia untuk berbuat baik menurut petunjuk, menyeru mereka berbuat kebajikan, dan melarang dari yang mungkar agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.” Sementara itu, dakwah Islamiyah diartikan sebagai upaya mengajak, meyakini, dan mengamalkan aqidah dan syariat Islam.
PEMBAHASAN
1. Ta’rif Dakwah
Ditinjau dari segi bahasa “Da’wah” berarti: panggilan, seruan atau ajakan. Bentuk perkataan tersebut dalam bahasa Arab disebut mashdar. Sedangkan bentuk kata kerja (fi’il) nya adalah berarti: memanggil, menyeru atau mengajak (Da’a, Yad’u, Da’watan). Abdul Aziz menjelaskan, bahwa dakwah bisa berarti: memanggil, menyeru, menegaskan atau membela sesuatu, pembuatan atau perkataan untuk menarik manusia.
Sedangkan pengertian dakwah menurut para ahli ialah: menurut Syekh Muhammad al-Khaidir Husain, dakwah adalah menyeru manusia kepada kebajikan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Kemudian menurut Syekh Adam ‘Abdullah al-Aluri, dakwah ialah mengarahkan pandangan dan akal manusia kepada kepercayaan yang berguna dan kebaikan yang bermanfaat. Dakwah juga kegiatan mengajak (orang) untuk menyelamatkan manusia dari kesesatan yang hampir menjatuhkannya atau dari kemaksiatan yang selalu mengelilinginya. Jadi ilmu dakwah adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana berdakwah atau mensosialisasikan ajaran islam kepada masyarakat dengan.
berbagai pendekatan agar nilai-nilai ajaran islam dapat direalisasikan dalam realita kehidupan tanpa ada unsure paksaan, dengan tujuan agar mendapat ridha Allah SWT. Dakwah merupakan kegiatan yang sangat penting dalam ajaran islam dan wajib dilaksanakan setiap umat muslim. Kewajiban berdakwah ini tercermin dalam konsep amar ma’ruf nahi munkar, yaitu perintah untuk mengajak kepada kebaikan dan menjauhkan dari perilaku kejahatan.
Betapa pun definisi-definisi banyak redaksi yang berbeda, namun dapat disimpulkan dakwah merupakan aktifitas dan upaya untuk mengubah manusia, lebih dari itu, istilah dakwah mencakup pengertian antara lain :
1. Dakwah adalah suatu aktifitas atau kegiatan yang bersifat menyeru atau mengajak kepada orang lain untuk mengamalkan agama islam.
2. Dakwah adalah suatu proses penyampaian ajaran islam yang dilakukan secara sadar dan sengaja.
3. Dakwah adalah suatu aktifitas yang pelaksanaanya bisa dilakukan dengan berbagai cara atau metode.
4. Dakwah adalah kegiatan yang direncanakan dengan tujuan mencari kebahagiaan hidup dengan dasar keridhoan Allah.
5. Dakwah adalah usaha peningkatan pemahaman keagamaan untuk mengubah pandangan hidup, sikap bathin dan perilaku umat yang tidak sesuai dengan ajaran islam menjadi sesuai dengan tuntunan syariat untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Begitu juga diantara hakikat dakwah islam yang di contohkan oleh Rosulullah SAW dan para sahabatnya adalah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan umat baik di dunia di akhirat, dengan bernamakan islam, berpedoman pada Alqur’an dan Sunnah. Tujuan dari hakikat itu baru dapat dirasakan dan dinikmati bila seseorang bersedia menerima islam, dalamarti meyakini kebenaran aqidah dan syari’at islam serta menjadikannya sebagai pedoman hidupnya. Dan tentunya, selain mewujudkan itu bahwa hakikat dakwah juga ingin memberikan konstribusi perbaikan terutama pada tiga pokok penting, yaitu :
1. Menyeru kepada manusia seluruhnya dan umat islam secra khusus untuk berserah diri (beribadah) secara total kepada Allah SWT Yang Maha Esa dan tidak mempersekutukan-Nya dengan tidak menjadikan selain Allah sebagai sesmbahan.
2. Meneyru kepada mereka yang telah beriman kepada Allah untuk selalu ikhlas dalam berbuat, dan selalu membersihkan diri dari segala kotoran dzahir dan bathin serta dari perbuatan yang bertentangan dengan ajaran islam.
3. Meneyru kepada manusia untuk melakukan revolusi menyteluruh terhadap sistem dan rezim pemerintah konvensional yang bathil yang selalu melakukan kedzaliman dankerusakan di muka bumi ini, melepas diri mereka dari belenggu monotheisme ideologi dan praktek-praktek yang menjurus pada perbuatan dosa dan keji, untuk selanjutnya diserahkan kepada hamba Allah yang salih dan beriman kepada Allah dengan ikhlas dan kepada hari akhir, serta berpegang teguh kepada agama benar dan tidak berbuat sombong dan dzalim.
Dari segi istilah, banyak yang berpendapat tentang definisi dakwah. Banyak ulama berpendapat yang bervariasi, antara lain:
a. Syekh Ali Makhfuz, dalam kitabnya Hidayatul Mursyidin memberikan definisi dakwah, bahwa Dakwah adalah mendorong manusia agar memperbuat kebaikan dan menurut petunjuk, menyeru mereka berbuat kebajikan dan melarang mereka dari perbuatan munkar agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.
b. Muhammad Natsir, dalam tulisannya yang berjudul Fungsi Dakwah Islam dalam rangka perjuangan mendifinisikan dakwah sebagai usaha menyerukan dan menyampaikan kepada perorangan manusia dan seluruh umat konsepsi Islam tantang pandangan dan tujuan hidup manusia di dunia ini, yang meliputi amar ma’ruf nahi munkar, dengan berbagai macam media dan cara yang diperbolehkanakhlak dan membimbing pengalamannya dalam perikehidupan perseorangan, perkehidupan berumah tangga (usra), perikehidupan bermasyarakat dan perikehidupan bernegara.
c. H.S.M. Nasaruddin Latif dalam bukunya Teori dan Praktek Dakwah Islamiyah mendefinisikan Dakwah sebagai setiap usaha atau aktifitas dengan lisan atau tulisan dan lainnya, yang bersifat menyeru, mengajak, memanggil manusia lainnya untuk beriman dan mentaati Allah s.w.t sesui dengan garis-garis aqidah dan syari’at dan akhlak islamiyah.
d. Letjen H. Sudirman dalam tulisannya yang berjudul Problematika Dakwah Islam di Indonesia bahwasannya definisi dakwah adalah usaha untuk merealisasikan ajaran islam di dalam kenyataan hidup sehari-hari baik kehidupan seseorang, maupun kehidupan mayarakat sebagai keseluruhan tata hidup bersama dalam rangka pembangunan bangsa dan umat manusia untuk memperoleh keridhan Allah s.w.t
Dari beberapa pengertian dakwah diatas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan, dakwah yaitu menyampaikan dan memanggil serta mengajak manusia ke jalan Allah SWT, untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nyadalam mencapai kehidupan bahagia di dunia dan akherat, sesuai dengan tuntunan dan contoh Rosulullah Saw.
2. Istilah-istilah yang Erat Kaitannya Dengan Dakwah
Ada bebepa istilah kegamaanyang sangat erat kaitannya dengan dakwah,
antara lain :
1. Tabligh, artinya menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain. Sedangka pelakunya disebut muballigh. Tabligh sebenarnya dapat disampaikan melalui lisan maupun tulisan. Akan tetapi istilah muballigh sekarang cenderung diartikan oleh masyarakat umum sebagai orang yang menyampaikan ajaran Islam melalui lisan seperti penceramah agama, khatib (yang berkhutbah) dan sebagainya.
2. Khutbah, istilah ini berasal dari “Khataba” yang artinya mengucapkan atau berpidato, orang yang menyampaikan khotbah disebut khotib. Prof. Dr. H. Aboebakar Atjeh mengatakan bahwa khotib (khutbah) dakwah atau tabligh yang diucapkan dengan lisan pada upacara-upacara agama seperti khutbah Jum’at, khutbah dua rakaat dan rukun tertentu.
3. Nasihah, adalah menyampaikan perkataan yang baik kepada seseorang atau beberapa orang untuk memperbaiki sikap dan tingkah lakunya. Menurut Moh. Bin Allah Asshidiqi artinya asal nasihah adalah memberikan sesuatu dari segala hal yang mengotorinya atau memperbaiki sesuatu yang rusak atau kurang sempurna. Dengan demikian nasihah adalah menyampaikan sesuatu ucapana kepada orang lain untuk memperbaiki kekurangan atau kekliruan tingkah lakunya. Nasihah lebih banyak bersifat koerktif dan kuratif terhadap kondisi keagamaan seorang atau masyarakat yang kurang baik.. Naisha ini bisa dilakukan melaluilisan atau tulisan.
4. Fatwa, yaitu memberikan uraian atau keterangan agama mengenai suatu masalah. Biasanya Fatwa itu berkenaan dengan hokum Islam seperti Fatwa majlis ulama’ tentang hokum KB, tentang pembudidayaan kodok dan sebagainya
5. Tabsyir, yaitu memberikan uraian keagamaan kepada orang lain yang isinya berupa berita-berita yang menggembirakan orang yang menerimanya, seperti berita tentang janji-janji Allah dan surga oarng yang selalu beriman dan bertaqwa. Istilah ini hampir sama dengan targhib yaitu menerangkan ajaran agama yang dapat menyenangkanhati dan dapat memberikan semangat untuk mengamakannya bagi orang yang meneriamanya. Orang yang memberikan Tabsyir ini disebut Mubassyir atau Basyir.
6. Tandzir, yaitu menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain yang isinya berupa berita, peringatan, atau ancaman bagi orang-orang yang melanggar syari’at Allah dengan harapan orang tersebut berhenti dari perbuatan terlarang itu. Orang yang memberikan tandzir disebut Mundzir atau Nadzir Istilah ini hamper sama dengan Tarhib yaitu membuat orang takut akan siksaan Allah apabila ia tidak mentaati perintah-Nya
3. TA’RIF ILMU DAKWAH
Ta’rif atau definisi ilmu dakwah ini belum banyak dirumuskan dalam berbagai literature yang membahas tentang dakwah. Definisi yang banyak dijumpai adalah definisi dakwah dan bukannya definisi ilmu dakwah, atau dengan kata lain defini yang banyak itu adalah definisi dakwah sebagai suatu aktifitas keagamaan dan bukannya definisi dakwah sebagai ilmu pengetahuan.
Pada tahun 1978, para sarjana dari Fakultas Dakwah se-Jawa yaitu Fakultas Dakwah Surabaya , Semarang, 18 Yogyakarta dan Bandung mengadakan pertemuan untuk membecirakan eksistensi dan pengembangan ilmu dakwah. Rumusan ta’rif ilmu dakwah yang meuncul pada pertemuan itu adalah :
1. Ilmu Dakwah adalah ilmu yang mempelajari proses penyampaian ajaran Islam kepada ummat.
2. Ilmu dakwah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara unsur-unsur dakwah.
3. Ilmu dakwah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajarigejala penyampaian agama dan proses keagamaan dalam segala seginya.
Sedangkan Prof. Toha Yahya Oemar, MA. Memberikan dua macam definisi ilmu dakwah yaitu definisi secara umum dan definisi menurut Islam. Definisi ilmu dakwah secara umum ialah suatu ilmu pengetahuan yang berisi cara-cara dan tuntunan-tuntunan bagaimana sehatrusnya menarik perhatian manusua untuk menganut, menyetujui, melaksanakan suatu ideology, pendapat , pekerjaan tertentu. Adapun definisi dakwah menurut Islam ialah mengajak manusia dengan cara bijaksanan kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagian mereka didunia dan akhirat.
Definisi ilmu dakwah yang terakhir (menurut Islam) yang dikemukakan oleh Prof. Taha Yahya Oemar lebih tepat dianggap sebagai definisi dakwah sebagai suatu aktivitas keagamaan dan bukannya definisi dakwah yang pertama (secara umum) tidak mencerminkan warna ke-Islaman sebagai cirri khas dakwah Islam dan juga sangat mirip dengan ilmupublisistik sebagai suatu ilmu pengetahuan yang membahas tentang usaha-usaha mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki.
Dari definisi-definisi ilmu yang membahas tentang bentuk-bentuk penyampaian ajaran Islam kepada seseorang atau kelompok orang terutama mengenai cara-cara bagaimana seharusnya menarik perhatian manuasia agar mereka menerima dan mengamalkan ajaran secara kaffah.
Sumber:
M. Munir dan Wahyu Ilhai, Manajemen Dakwah (Jakarta: Predana Media Group, 2009), h.17
Tata Sukayat, Quantum Dakwah, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), h.1
Moh. Ali Aziz, Edisi Revisi Ilmu Dakwah (Jakarta: Kencana, 2006), h.11-12
Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, (Jakarta: Prenada Media, 2004), h.75
Ilyas Supena, Filsafat Ilmu Dakwah: Perspektif Filsafat Ilmu Sosial, (Semarang: Absor, 2007), h.110
M.Munir dan Wahyu ilahi, 2009: 21
Abd. Rosyad Shaleh, 1993;23
Abd. Rosyad Shaleh, 1993: 8-9
Mohammad Hasan, M.Ag Metodologi & Pengembangan Ilmu Dakwah (Pena Salsabila November 2013)
Komentar
Posting Komentar